ruhulislam.com/ – Aceh Besar, Madrasah Aliyah Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa memberlakukan salah satu syarat kelulusan bagi setiap santri kelas XII, yaitu program amaliyah tadris (praktek pengalaman lapangan). Amaliyah tadris bisa juga disebut dengan praktek menjangar di mana seorang santri berlatih untuk mengajar di depan adek kelasnya. Para santri yang mendapat kegiatan amaliyah tadris harus mempersiapkan i’dad (persiapan) terlebih dahulu.

Amaliyah tadris merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh santri kelas XII yang bertujuan untuk melatih kecakapan dalam mengajar untuk mempersiapkan diri setelah tamat dari RIAB, selain melatih diri dalam mengajar santri juga di bentuk rasa percaya diri yang kuat saat berdiri di depan khalayak ramai.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Koordinator Amaliyah Tadris Madrasah Aliyah Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa, Muhammad Ikhsan Amiruddin, S.Pd.I., ia mengatakan bahwa setiap santri keluaran pesantren hanya satu yang diketahui oleh masyarakat, yaitu santri tersebut semua bisa dan serba bisa, termasuk mengajar dan berdiri didepan umum. lebih lanjut mengajar merupakan jiwa santri, santri yang lulus dari RIAB harus memiliki kecakapan dalam mengajar.

“output-Nya, menghasilkan santri yang mampu mengajarkan kembali ilmu pengetahuan yang didapatkan di pesantren kepada masyarakat,” jelasnya


Hal senada juga disampaikan oleh WakaBid. Kurikulum, Nofianty, S.P., ia berharap, dengan adanya program amaliyah tersebut, dapat melatih mental santri serta menjadikan ilmu pengetahuannya tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri namun juga bagi orang lain.
Kepala Madrasah Aliyah Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa, Riadhi, S.Pd., mendukung penuh kegiatan Amaliyah Tadris tersebut, mengingat tidak semua sekolah menerapkan program tersebut dan RIAB terus melatih santri untuk mempersiapkan diri di masa mendatang setelah tamat dari Dayah.
“program yang bagus untuk jangka panjang bagi kebaikan para santri kita dan lulusan RIAB yang bermental kuat serta bermutu,” ucapnya (*MRA)






