ruhulislam.com/, Aceh Besar – Laboratorium Madrasah Aliyah Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa sukses melaksanakan Workshop Laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan tema “Manajemen Laboratorium Madrasah sebagai Sumber Belajar” yang berlangsung mulai tanggal 20-21 November 2023.

Acara tersebut dihadiri oleh seluruh guru Sains MAS RIAB yang terdiri dari guru kimia, fisika, Biologi dan Laboran serta sejumlah guru IPA dari MA Se-Aceh Besar. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan mendalam mengenai manajemen laboratorium dan penerapan keterampilan dasar dalam konteks pembelajaran di madrasah.

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Madrasah RIAB, Riadhi, S. Pd., ia menyampaikan rasa terima kasih kepada panitia penyelenggara workshop dan seluruh peserta yang hadir dari MA Se Aceh Besar. Riadhi menekankan pentingnya kerjasama dan partisipasi aktif dari madrasah dalam kegiatan-kegiatan seperti ini untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di tingkat madrasah.
“Semoga ke depan acara seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin dan jangkauannya lebih luas lagi bukan hanya guru madrasah tetapi juga guru SMA Se-Aceh Besar,” harapnya

Pada workshop tersebut, peserta dibimbing oleh tiga pemateri yang ahli dibidangnya masing-masing, diantaranya dosen dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) jurusan kimia dan fisika Universitas Syiah Kuala (USK).
Pemateri pertama, Dr. Muliadi Ramli, S. Si, M. Si, menyajikan materi yang informatif mengenai “Ketrampilan Dasar Laboratorium.” Dengan pengalaman dan pengetahuannya yang luas, dosen yang biasa disapa “Pak Mul” memberikan pemahaman yang mendalam tentang ketrampilan yang diperlukan dalam mengelola laboratorium ilmu pengetahuan alam.

Pada sesi tanya jawab, Dr. Muliadi Ramli memberikan komentar yang menarik. Beliau menyampaikan bahwa guru sebagai Masyarakat akademik bukan hanya mentransfer ilmu tetapi juga bertanggung jawab terhadap karakter dan akhlak siswa. Menurutnya, pembentukan karakter dan akhlak yang baik menjadi bagian integral dari peran seorang pendidik sehingga proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada aspek pengetahuan saja melainkan juga pada aspek moral dan etika.
Dr. Nazaruddin, S.Si, M.Si sebagai pemateri kedua memaparkan topik tentang “Manajemen Laboratorium Sebagai Sumber Belajar”. Pada sesi ini, peserta diajak untuk memahami esensi konsep-konsep kunci dalam manajemen laboratorium yang secara signifikan dapat mendukung proses pembelajaran di lingkungan madrasah. Pak Nazar tidak hanya memaparkan konsep-konsep yang relevan, namun juga berbagi pengalaman praktisnya dalam mengelola laboratorium sekolah.

Dalam kesempatan tersebut beliau turut memberikan ruang untuk sesi tanya jawab. Inisiatif ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendapatkan solusi konkret terkait permasalahn yang dihadapi dalam pengelolaan laboratorium di madrasah.

Pemateri ketiga yang tidak kalah menarik, Dr. Irwandi, S. Si, M. Si pakar dalam bidang aplikasi STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Beliau focus mendalami aplikasi STEM dalam pembelajaran. Menjelang berakhirnya worshop pemateri yang akrab disapa “Pak Wandi” memberikan wawasan tentang penggunaan teknologi dan pendekatan STEM dalam merancang pembelajaran yang inovatif dan interaktif. Peserta diajak untuk menggali potensi pendekatan ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa dan matematika untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah.

Para peserta workshop memberikan tanggapan positif terhadap keberagaman materi dan keahlian yang dibagikan oleh ketiga pemateri. Mereka berharap bahwa pengetahuan yang diperoleh dapat diimplementasikan secara efektif dalam pengelolaan laboratorium dan pembelajaran IPA di madrasah masing-masing.
Dalam penutupan kegiatan workshop ketua panitia Nurmasyithah, S. Si, yang juga merupakan koordinator Laboratorium IPA di MAS RIAB, menyampaikan harapannya: “Semoga workshop ini tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga memperkuat jaringan kerja antar pendidik di wilayah Aceh Besar. Dengan kerjasama dan pemahaman yang baik, diharapkan kualitas pembelajaran IPA di madrasah dapat terus berkembang, melahirkan generasi muda yang unggul, kreatif dan siap berkompetensi.” Harapan ini mencerminkan aspirasi untuk menciptakan kolaborasi yang kuat di antara para pendidik serta mendorong pertumbuhan dan inovasi dalam pembelajaran IPA, menciptakan generasi penerus yang siap menghadapi tantangan masa depan. (*NS/MRA)






