ruhulislam.com/, Aceh Besar – Santri Madrasah Aliyah Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa memenuhi Masjid Babul Muta’allimin di komplek RIAB, Desa Gue Gajah, Darul Imarah Aceh Besar pada Minggu pagi (7/5/23).
Mereka hadir ke Masjid itu untuk mengikuti pengajian Ulama Besar Mesir, Prof Dr Usamah Sayyid Al-Azhari, yang sedang safari di tanah Serambi Mekkah dan berkesempatan hadir serta mengisi pengajian di Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa.

Dalam kesempatan tersebut ulama sekaligus penasehat presiden Mesir itu menyampaikan kajian tentang pentingnya seorang muslim mempelajari ilmu syariat sebagaimana mestinya. Bagi mereka yang mempelajarinya minimal sekali akan memperoleh perilaku yang baik, Syaikh Usamah menyimpulkan minimal ada 5 hal yang akan di dapatkan oleh seseorang tersebut, diantaranya:
Pertama: Menghargai Semua Makhluk Allah Swt. ( احترام الإنسان).
Allah Swt. mengajarkan kita di dalam Al-Qur’an agar menghargai semua makhluk. Ketika kita membaca surat Al-fatihah pada ayat kedua yang bunyinya : الحمد لله رب العلمين, kita akan menemukan kalimat Rabbul‘alamin (semesta alam), bisa saja Allah Swt. mengatakan Rabbul muslimin (Tuhannya kaum muslimin), atau Rabbul Basyari (Tuhannya seluruh manusia). Akan tetapi Allah Swt. menginginkan Agar kita memperhatikan seluruh makhluk Allah, maka Ketika kita bersentuhan atau berinteraksi dengan Al-Qur’an yang merupakan pedoman hidupnya, di awal kita akan menemukan surat al-fatihah, kemudian menanamkan di dalam benak dan akal kita bahwasanya Allah Swt. mengikat kita dengan seluruh makhluknya. Karena Ketika kita beralih dari surat Al-fatihah ke surat-surat yang lain di dalam Al-Qur’an kita Akan menemukan penjelasan kata Al’alamin (العلمين) dengan makna yang lebih luas dan lebih rinci, kita dapati di dalam surat Al-Hajj misalnya pada ayat 18 Allah Swt. berfirman yang Artinya :
“Tidakkah engkau tahu bahwa siapa yang ada di langit dan siapa yang ada di bumi bersujud kepada Allah, juga matahari, bulan, bintang, gunung-gunung, pohon-pohon, hewan-hewan yang melata dan banyak di antara manusia?..”
Oleh karena itu, Allah Swt. mengajarkan manusia agar menghotmati semua Makhluk Allah. di tampat yang lain, tapatnya di dalam surat Al-Isra’ ayat 44, Allah Swt. berfirman yang Artinya :
“Dan tidak ada sesuatu pun (makhluk) melainkan bertasbih memuji Allah… “
hal tersebut bermakna, Allah Swt. mengajarkan kita agar menghargai semua yang bertasbih memuji-Nya.
selanjutnya, Ketika para ulama memahami Al-Qur’an dengan pemahaman ini bahwasanya Allah Swt. menanamkan di dalam benak dan akal manusia bahwasanya Allah mengikat kita dengan seluruh makhluknya, maka akan sampai kepada kalimat pertama ini ( احترام الإنسان).
Kedua, Memuliakan manusia (إكرام الإنسان).
pada poin ini, Allah mengajarkan kita agar menghargai dan memuliakan seluruh manusia, baik dia muslim atau bukan. Allah Swt. berfirman di dalam surat Al-Ankabut ayat 46 yang artinya :
“Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang baik…”.
pernyataan di atas, Allah bukan hanya mengajarkan kita untuk membalas dengan yang baik kepada ahlul kitab (non-muslim), akan tetapi mengajarkan kita agar membalas dengan yang lebih baik. Di dalam kitab sahih Bukhari, beliau meriwayatkan sebuah hadis yang Artinya :
“Dari Abdurrahman bin Abi Laila, Qais bin Sa’ad dan Sahal bin Hunaif sedang berada di Qadisiyah. Lalu sebujur jenazah ditandu orang melewati keduanya. Keduanya pun berdiri untuk menghormati. ‘Bukankah jenazah itu adalah (non-Muslim ahludz dzimmah) penghuni dunia?’ tanya orang di sekitarnya. Keduanya menjawab, ‘Satu keranda jenazah digotong orang melewati Rasulullah SAW. Beliau kemudian berdiri. Ketika diberitahu bahwa itu adalah jenazah Yahudi, Rasulullah saw. menjawab, ‘Bukankah ia manusia juga?'” (HR Bukhari dan Muslim).
di sisi lain Allah Swt. berfirman di dalam Surat Al isra’ ayat 70 yang Artinya :
“Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam…”.
Ayat di atas menyatakan bahwasanya Allah memuliakan seluruh manusia baik muslim maupun bukan, maka seyogyanya kita juga memuliakan apa yang dimuliakan oleh Allah Swt, Adapun masalah perbuatan kufurnya itu, kita kembalikan kepada Allah. Dan kalau kita ingin mengkaji lebih jauh, maka kita akan mendapati bahwasanya masih banyak ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadis-hadis Rasulullah yang menjelaskan tentang keharusan kita memuliakan seluruh manusia. Oleh karena Itu, para ulama menyimpulkan bahwasanya kalimat yang kedua adalah memuliakan manusia (إكرام الإنسان).
Ketiga, Menjaga Tanah Air (حفظ الأوطان)
Syariat mengajarkan kita untuk menjaga dan berbakti kepada tanah air. Kita mendapati ada aliran-aliran radikal (garis keras) yang memandang rendah nilai sebuah negara dengan mengatakan bahwasanya negara ini hanyalah sekadar tanah, sungguh ini adalah hal yang tidak benar adanya, negara bukan hanya sekedar tanah, Akan tetapi negara itu adalah suatu hal yang sangat berharga di dalam hati, negara adalah rakyat yang mulia yang seharusnya kita tanamkan di dalam hati kita, negara adalah sejarah yang mulia, ribuan ulama, cendikiawan, dan sastrawan. Oleh karena itu syariat meminta kita agar mencintai tanah air kita, meninggikan derajatnya di hadapan penduduk dunia, maka kita harus mencintai negara kita Indonesia.
Cukuplah bagi kita sebuah hadis yang ada di dalam kitab sahih Bukhari yang diriwayatkan dari Anas bin Malik yang artinya :
“Sesungguhnya Nabi saw. jika kembali dari bepergian lalu beliau melihat tembok-tembok kota Madinah, beliau mempercepat laju tunggangannya karena kecintaannya pada Madinah”.
Hadis di atas merupakan dalil di syariatkannya cinta tanah air seperti yang dijelaskan Ibnu Hajar di dalam kitabnya ‘’Fathul Baari’’ yang merupakan penjelasan atas kitab ‘’Sahih Bukhari’’ ketika menjelaskan hadis di atas.
Keempat, Penambahan Kemakmuran (ازدياد العمران)
Syariat mengajarkan kita untuk menambah kemakmuran dengan cara sukses di bidang masing-masing, menambah kemakmuran merupakan salah satu sunnah Nabi, Rasulullah mengajarkan para sahabat agar menekuni profesi mereka masing-masing dan menjadi yang terbaik di bidangnya. Kami sudah mengumpulkan informasi tentang profesi-profesi yang ditekuni oleh para sahabat di zaman nabi dan kami temukan lebih dari 200 profesi. Rasulullah memperhatikan profesi-profesi tersebut dan melatih, menyemangati mereka agar professional serta sukses di bidangnya masing-masing.
Ketika kita mempelajari sirah nabiwiyah, maka kita temui bahwasanya sirah nabawiyah mengajarkan kita 3 hal :
- Pertama, mengajarkan kita untuk menhambakan diri kepada Allah.
- Kedua, mengajarkan kita untuk menyucikan jiwa.
- Ketiga, mengajarkan kita untuk memakmurkan bumi ini.
Oleh karena itu, Ketika kita mengarahkan penuntut ilmu untuk meningkatkan kemakmuran bumi, hendaknya setiap mereka menekuni dan mencapai tingkat tertinggi di bidangnya dan menjalankan Amanah profesinya dengan sebaik-baiknya, maka rumah-rumah akan terbuka dan rezeki akan masuk ke dalamnya, maka Ketika itu tidak ada lagi kefakiran, kita tidak butuh lagi kepada bangsa lain, ketika itu kita telah berhasil dalam kehidupan beragama dan bernegara, Ketika itu kita bisa membangun peradaban, dan Ketika itu kita telah sukses menjadi muslim yang sebenarnya.
Kelima, Penambahan Iman (زيادة الإيمان)
Setelah seseorang telah mencapai empat kalimat di atas, maka setelah itu dia pun menghadap kepada Allah Swt, memperbanyak zikir, menggalakkan syariat, jiwanya sudah tenang dan menghambakan diri kepada Allah dan berjalan menuju Allah dengan mata batin yang terbuka, saat itu Allah berikan dia kemenangan. Maka kita akan mendapati orang-orang yang menempuh jalur di atas, berakhir dengan menjadi bagian dari orang-orang saleh, bagian dari wali-wali Allah dan memenuhi dunia ini dengan berzikir kepada Allah Swt.
Demikian beberapa pesan singkat yang di sampaikan dalam kegiatan Silaturrahmi dan mengisi Kajian di Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa oleh Ulama Besar Mesir, yang lahir di kota Alexandria, Mesir, pada 16 Juli 1976 (18 Rajab 1936 H) dengan nama lengkap Usamah Sayyid Mahmud Muhammad al-Azhari, dan ia juga merupakan penasehat Presiden Mesir. (MJ) ***






