Pelatihan Pemantapan Kurikulum K-13 Revisi

04-07-19 Furqan 0 comment

Pelatihan Pemantapan Kurikulum K-13 Revisi dan Profesionalisme Guru Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0
Pemateri:
1. Prof. Dr. Darwis A. Sulaiman, MA, P.hD
2. Prof Dr. Syahrizal Abbas, MA
3. Intan Nirmala Hasibuan, S.Si
@ Mas Ruhul Islam

Oleh : Prof. Dr. Syahrizal Abbas, M.A.
1. Tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan kemampuan guru sehingga menghasilkan out put peserta didik yang mampu bersaing lokal dan internasional.

2. Metedologi pembelajaran selalu mengalami perubahan. Tidak selalu monolitik (Metedologi pembelajaran klasik). Sehingga pelatihan seperti ini harus sering dilakukan atau secara berkala.

3. 5 komponen yang harus diperhatikan untuk menjadikan lembaga pendidikan ini menjadi kualitatif kompetitif secara lokal dan internasional, yaitu :

a. Tata kelola, good government of instution di dalam Manajemen pendidikan harus memiliki totalitas komponen yakni subsistem yang sangat berperan penting dalam secara keseluruhan sistem menjadi sempurna. Subsistem itu memiliki peranan dan fungi yang sama dan seimbang antara satu sama lain. Namun setiap subsistem itu memiliki fungsi masing-masing sesuai tugasnya. Tidak ada yang inferior ataupun superior.

Sebagai tenaga ahli seorang guru harus memiliki skill dan kompetensi masing-masing alias profesionalisme. Secara mikro tata kelola itu juga dimiliki pribadi masing-masing, secara makro negara juga punya tata kelola.

b. Regulasi atau Aturan, lembaga pendidikan harus memiliki regulasi atau aturan. Seperti kurikulum, tata tertib lembaga, Sop lembaga pendidikan, dan lain-lain.

c. Komponen pendidikan utama ; Guru, Murid, Kurikulum, dan Infrastrukur( Sarana Pra sarana seperti perpustakaan, IT).

Guru itu harus menjadi pendidik bukan pengajar. Karena pengajar hanya menyampaikan knowledge kepada peserta didik dan selesai. Namun, pendidik tidak hanya mentransfer knowledge tapi juga value and behaviour dan pendidik harus memastikan peserta didik paham akan materi yang diajar.
Kemampuan seorang pendidik mempengaruhui peserta didik maksimal hanya 35%. Selebihnya bagaimana peserta didik itu sendiri harus mencari modal dasar untuk tahap selanjutnya.

Tapi yang harus dicamkan oleh pendidik, masa depan peserta didik itu salah satunya ada di tangan pendidik.

d. Partisipasi masyarakat (public participation), hadirnya Komite madrasah atau komite sekolah untuk mendekatkan partisipasi masyrakat dengan lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan harus terbuka dan menyerap aspirasi masyarakat.

e. Peran negara.

4. Sekecil apapun ide, pengalaman harus menulis. Menulis itu memiliki dampak yang besar. Menulis itu bisa mempengaruhui orang. Jadi Menulislah!

5. Lingkungan berpengaruh besar untuk membentuk karakter seseorang. Pendidik itu merupakan cermin bagi peserta didik. Pendidik juga harus bersih dan rapi. Intinya performance pendidik itu menjadi contoh bagi peserta didik.

6. Tips menulis :
a. Lihat kamus bahasa Indonesia tentang variabel yang akan ditulis.
b. Selanjutnya buka kamus ilmu yakni ensiklopedia.
c. Uraikan atau analisis variabel yang akan ditulis serta kaitkan satu variabel dengan variabel lainnya.
d. Kutip pandangan orang lain terhadap variabel yang akan ditulis.
e. Kalau stagnan dalam menulis jangan lupa refeshing alias mencari ide.
f. Ide bisa didapat dari ikut seminar, baca koran dan lain-lain
g. Menulis jangan takut salah, tulis terus biarkan mengalir apa adanya. Walaupun belum sistematis logika berpikirnya. Letakkan proses editing pada sesi terakhir.

7. Tetap berikan kesempatan kepada peserta didik dalam mengakses dan menggunakan IT. Tapi dengan catatan harus dikontrol dan didampingi oleh pendidik. Karena IT itu bermata dua bisa menjadikan peserta didik menjadi positif atau negatif.


Pelatihan Pemantapan Kurikulum K-13 Revisi

Pelatihan Pemantapan Kurikulum K-13 Revisi

Pelatihan Pemantapan Kurikulum K-13 Revisi

Pelatihan Pemantapan Kurikulum K-13 Revisi




Leave a reply