Jl. Pintu Air, Desa Gue Gajah, Darul Imarah. Aceh Besar

Aceh Besar, Aceh

Berita

TIM RIAB RAIH MEDALI EMAS DI AJANG INTERNASIONAL ISIF 2026

Berita

TIM RIAB RAIH MEDALI EMAS DI AJANG INTERNASIONAL ISIF 2026

TIM RIAB RAIH MEDALI EMAS DI AJANG INTERNASIONAL ISIF 2026

Ruhulislam.com-Aceh Besar- Prestasi internasional kembali ditorehkan santri Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB). Pada ajang International Science and Invention Fair (ISIF) 2026 yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) berkolaborasi dengan FMIPA Universitas Indonesia, tim RIAB berhasil meraih Medali Emas di Bidang Environment.

Ajang ISIF berlangsung pada 13-17 Oktober 2026 di Depok, Universitas Indonesia. Kompetisi riset bergengsi ini diikuti oleh ratusan peneliti muda dari berbagai negara dengan empat cabang riset utama, yakni: Mathematics, Education & Technology, Social Science & Physics, Energy and Engineering, Environment, dan Life Sciences.

Di bawah bimbingan Nur Masyitah, S.Si dan Azzahra Putri Islami, S.Sos, tim RIAB tampil gemilang dengan karya inovatif berjudul:

JACOO: An Instant Emergency Infant Cereal Made from Jackfruit Seeds, Carrots, and Potatoes as a Zero-Waste Solution for Disaster Relief.

Riset tersebut menawarkan solusi pangan darurat bayi berbahan dasar biji nangka, wortel, dan kentang sebagai solusi zero-waste untuk penanggulangan bencana.

Tim riset RIAB yang meraih medali emas ini terdiri dari enam santri :
1. Najmi Azizi Zulvi
2. Yassir Ahaly
3. Adam Zhafif Assaifi
4. Agha Najwan Khansa
5. Athaillah Al Ghazali Chandra
6. Muhammad Hafidz Filastin

Pembimbing Riset RIAB, Azzahra Putri Islami, S.Sos, menyampaikan apresiasi mendalam atas perjuangan tim.

> “Pertama-tama saya ucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh santri Tim RIAB yang telah menyelesaikan penelitian ini dengan penuh dedikasi. Saya menyaksikan sendiri bagaimana proses yang telah dilalui tidaklah mudah. Mulai dari mencari ide yang buntu, revisi berkali-kali, begadang untuk olah data, dan lain-lain. Namun mereka membuktikan bahwa rasa penasaran jauh lebih kuat dari rasa lelah.”

Ia menambahkan, nilai sejati riset bukan terletak pada tebalnya laporan, melainkan pada proses belajar berpikir kritis, jujur pada data, dan berani bertanya.

> “Riset ini bukanlah akhir, melainkan awal. Semoga karya kecil ini menjadi langkah pertama mereka menjadi peneliti, inovator, dan problem-solver untuk Indonesia di masa depan,” tutupnya.

Capaian medali emas di bidang Environment ini menegaskan komitmen RIAB dalam mengintegrasikan keislaman, keilmuan, dan kepedulian lingkungan melalui riset yang berdampak.

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share with